Bersandar Pada Tuhan

Saya khawatir jika tidak dapat melaluinya hingga saat melahirkan nanti, khawatir jika terjadi sesuatu pada janin, takut si bayi tidak dapat bertahan hidup, khawatir bayi kekurangan nutrisi di dalam perut, dan lainnya. Akibatnya, saya sering menangis. Untungnya, saya tidak menjadi murung, apalagi depresi. Di saat seperti itu, saya lebih memilih untuk bersandar dan mendekat sedekat-dekatnya pada Tuhan, serta banyak berdoa.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Dengan begitu, walau takut, tapi saya tetap tenang dan bisa berpikir jernih. Buktinya, saya tetap bisa makan makanan bergizi, bisa beristirahat dengan nyaman dan tenang, malah cenderung bisa banyak istirahat. Intinya, semua saran dokter bisa saya ikuti dengan baik. Padahal, kala itu mual setiap saat dan muntah hingga 6x sehari, pusing, insomnia, punggung sakit, perut terasa sangat berat, hingga sulit berjalan.

Singkatnya, keluhan kehamilan yang dialami ibu hamil normal itu, saya merasakan 4x-nya. Akhirnya, di usia kehamilan menginjak 32 minggu, saya mengalami pecah ketuban, tapi belum ada pembukaan. Keruan saya dan keluarga bingung. Untungnya bisa segera sampai di rumah sakit. Dokter pun bergegas melakukan tindakan sesar. Kalau tidak, bisa-bisa air ketuban saya habis yang tentunya sangat membahayakan. Anak-anak saya pun lahir dengan selamat. Saya sempat memberikan ASI kepada beberapa di antara mereka. Sayang, ASI saya tidak mencukupi untuk semuanya.

Sekarang usia Aigner Caprio Quadrio Soeprajitno (L), Alice Quincy Quadrio Soeprajitno (P), Mennard Caprio Quadrio Soeprajitno (L), Carlsson Caprio Quadrio Soeprajitno (L) sudah 3 bulan lebih. Mereka semua sehat dengan berat 4 kg, 4.5 kg, 5 kg, 5 kg. Tinggi badannya sudah mencapai 50 cm, 52 cm, 53 cm, 54 cm. Mereka sudah dapat tersenyum, memiringkan badan, memegang benda, mencoba berbicara menirukan orang lain, dan mengangkat kepala. Dari pengalaman merawat empat bayi yang usianya sama, tidak ada bedanya dengan ibu lain yang merawat bayi satu.

Hanya saja, saya dan suami harus meluangkan lebih banyak waktu untuk mereka. Sebab itu, saya tidak berkerja agar dapat memerhatikan dan mera wat mereka dengan baik. Saya sungguh bahagia bi sa mempunyai empat anak sekaligus. Mengasuh dan merawat mereka meru pa kan hal yang paling penting dalam hidup saya. Melihat mereka tumbuh dan berkembang adalah hadiah terindah dan bu kan merupakan beban.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *