Kenali Payudara Mama

Mengenal payudara sendiri, terutama bentuk puting, bisa menjadi langkah selanjutnya dalam me wujudkan impian mem beri ASI Eksklusif. Tak jarang para mamil mengeluhkan bentuk putingnya yang terlalu kecil atau malah terlalu besar. Ada ketakutan kalau bentuk puting tersebut nantinya akan memengaruhi proses menyusui.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Benarkah? Menurut Amalia, ukuran dan bentuk puting sebenarnya bukan faktor utama penentu keberhasilan menyusui. ”Bayi akan cepat belajar menyesuaikan diri dengan bentuk payudara ibunya, sehingga Mama jangan langsung percaya terhadap pandangan miring bahwa puting yang kecil atau sebaliknya bisa membuat proses menyusui menjadi terganggu. Justru stres yang timbul akibat ketakutan tak bisa menyusui itulah yang akhirnya membuat kelancaran menyusui jadi terganggu,” terang Amalia Lebih lanjut dijelaskan oleh Amalia, bayi tak hanya menyusu di puting saja, melainkan di payudara.

Namun, agar bayi bisa menyusu lebih efektif, pastikan bayi memasukkan sebagian besar areola (bagian berwarna kehitaman di sekitar puting) ke dalam mulutnya. Sedangkan mengenai ukuran puting yang terlalu besar bagi mulut bayi, Mama bisa coba melakukan teknik sandwich, yaitu menyusui sambil sedikit membungkukkan badan di hadapan bayi. Lain halnya bila puting tak menonjol keluar alias terbenam, kemungkinan bisa menghambat kelancaran pemberian ASI. Namun, Mama tak perlu khawatir. ‘di trimester tiga nantis juga pada saat menyusui biasanya puting menjadi lebih elastis, sehingga puting yang terbenam ini bisa ditarik hingga menonjol.

Kalaupun tidak bisa, mamil dapat menggunakan nipple former sejak kehamilan trimester tiga atau menggunakan nipple puller sesaat sebelum menyusui. Disarankan untuk mengonsultasikannya lebih dahulu kepada konselor laktasi ya, Ma. Selanjutnya, Mama perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang teknik menyusui yang benar. Pasalnya, pelekatan (latch on) yang kurang baik akan membuat puting lecet, ini masalah yang kerap muncul di masa menyusui. Selain itu, hindari terlalu sering membersihkan payudara dengan sabun. “Payudara memiliki kelenjar yang menghasilkan pelembap khusus. Jika payudara dibersihkan secara khusus dengan sabun, pelembap tersebut akan hilang, sehingga puting menjadi kering dan membuatnya mudah lecet,” jelas Amalia. Nah, kini Mama siap untuk mulai melakukan perawatan payudara.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *