Menyapih Dengan Lancar

Anak saya (19 bulan) masih menyusu. Di mana pun berada harus di lakukan. Terkadang saya alihkan perhatiannya dengan memberikan makanan atau jus. Tetapi dia tidak mau, malah menangis. Kalau dia menyusu pasti tidak sebentar dan itu pun dia melakukannya sambil main. Bu, apa yang harus saya lakukan kala menolak, tanpa membuatnya sedih ketika dia minta menyusu di depan umum?

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Kemudian bagaimana caranya agar anak kami bisa lepas asi tanpa membuat dia kehilangan sesuatu yang menjadi kebiasaannya? Terima kasih ibu mayke. Ika savitri – bandung Salam kenal Bu Ika. Kini sudah saatnya mengatur pemberian ASI untuk si kecil, tidak usah khawatir bahwa anak merasa sedih bila keinginannya untuk mengempeng pu ting susu ibunya dibatasi. Kini tiba saatnya anak perlu dilatih mengenai aturan. Kalau dia minta menyusu kapan saja padahal bukan dengan tujuan untuk minum ASI, tidak usah dipenuhi.

 

Apabila dia menangis dan marah, diamkan saja atau bujuk untuk melakukan kegiatan lain. Tapi Bu Ika perlu meneguhkan hati dan melakukan tanpa ragu, demi masa depan anak. Anak perlu belajar meregulasi dirinya sejak usia di bawah 3 tahun agar selanjutnya dia lebih mudah mengikuti aturan yang berlaku di rumah, sekolah , dan lingkungan lainnya. Mengingat anak usia 19 bulan sudah bisa berbicara, perlu dijelaskan bahwa mulai saat sekarang dia hanya minum ASI di waktu-waktu tertentu.

Ibu perlu memberi tahu dia, misalnya hanya pagi setelah mandi, siang hari, dan malam menjelang tidur (mengenai kapan waktunya, Ibu bisa tentukan sendiri). Ketika bepergian ke mal dan tempat lain, tegaskan Ibu tidak akan memberikan ASI walaupun dia menangis menggerung -gerung. Biasakan dari sekarang agar anak minum menggunakan gelas, makan makanan padat, seperti nasi/roti/jagung/singkong dengan lauk pauk, buah, sayuran, dan lain-lain.

Jadi, Ibu tidak perlu khawatir bahwa anak akan kehilangan sesuatu yang menjadi kebia saannya sebab dia perlu melanjutkan kehidup an sesuai dengan tuntutan usianya. Usia 2 tahun anak sudah belajar makan sendiri, mampu buang air kecil atau buang air besar di toilet dan bukan pipis atau buang air besar di celana. Ia juga mulai bermain bersama sebaya, menguasai keterampilan tertentu, seperti main perosotan, berlari mengejar teman, dan bukan lagi mengempeng pada ibunya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *