Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung Bag8

”Kalau dulu panggung jazz seperti menakutkan, seram. Tapi, melalui orang-orang seperti Mas Djaduk, akhirnya menjadi lebih cair,” ucapnya. Menurut Djaduk, Jazz Gunung Bromo memang bukan sekadar tentang bisnis. ”Ini peristiwa budaya, tak sekadar berbicara tentang nilai ekonominya. Jazz Gunung Bromo ini investasi,” ujarnya. Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan pergelaran Jazz Gunung Bromo sangat berpengaruh pada pengembangan pariwisata Probolinggo.

Hal yang sama dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin. Hotel di kawasan Bromo bahkan sudah habis dipesan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. ”Ada 14 hotel di kawasan Bromo dengan jumlah total kamar sekitar 400,” ujarnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *