Pilkada Dan Koreksi Untuk Ahok Bag5

Pertarungan dua kandidat sejak awal, terutama dengan tingkat elektabilitas yang relatif seimbang, seperti yang terjadi pada pemilihan presiden 2014, memunculkan rivalitas keras di lapangan. Pendukung calon yang kalah akan menjadi ”pembenci abadi” kandidat terpilih sepanjang periode pemerintahannya. Pilkada masih lima bulan lagi. Meski survei melaporkan elektabilitas Ahok terus merosot, terlalu dini memprediksi siapa bakal jadi pemenang. Ahok masih bisa meningkatkan elektabilitasnya– misalnya dengan berintrospeksi dan mau mendengarkan kritik.

Para penantang juga masih punya banyak kesempatan untuk merayu calon pemilih. Siapa pun yang akan terpilih menjadi gubernur, mereka harus membuat DKI lebih baik. Pembangunan ekonomi mesti sejalan dengan pembangunan sosial. Kepedulian pada nasib si kecil perlu menjadi prioritas. Jakarta wajib dikelola dengan mengindahkan aturan. Dengan kata lain, Ahok atau bukan Ahok yang terpilih nanti, Gubernur Jakarta mendatang harus lebih baik daripada Ahok hari ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *