4. Diet khusus. Untuk menjadi besar dan spesial, terkadang tak hanya butuh latihan tetapi juga harus dibarengi dengan konsumsi makanan yang tepat. Menjadi pesepak bola, contoh, asupan gizi dan vitamin harus seimbang antara yang dibutuhkan, dikeluarkan, dan dimasukkan. Kenapa pesepak bola di negara Eropa, Amerika, Afrika, ataupun Asia Timur kekar-kekar, tinggi, dan kemampuannya sangat bagus? Itu karena sejak kecil, selain berlatih keras, mereka pun sudah menerapkan pola makan sehat, seimbang, dan sesuai kebutuhan lewat program diet yang disusun oleh pakar gizi mereka.

Sementara di Indonesia, program ini belum secara maksimal dilakukan. Padahal, untuk bisa bersaing di dunia internasional, asupan gizi yang tepat sangat penting. Jika tidak, sulit bersaing dengan mereka. Karena itu, jika anak berbakat besar di sepak bola atau olahraga lain, maka asupan gizi, lewat terapi diet yang tepat, harus dilakukan sejak dini supaya pertumbuhan dan kekuatan tulang, otot, serta organ lainnya dapat memaksimalkan kemampuan anak.

5. Lakukan evaluasi. Secara periodik, kita perlu mengevaluasi peningkatan kemampuan anak. Keterlibatan pelatih sangat diperlukan karena ia yang lebih memahami kemampuan anak. Evaluasi bertujuan untuk memantau perkembangan, kendala yang dihadapi, juga program ke depan yang harus dilakukan. Di sini akan ditemukan apa saja yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan di dalam latihan. Jika memang dibutuhkan melakukan latihan tambahan, misalnya, latihan privat di rumah, boleh saja dilakukan. Seperti yang Alif lakukan, selain berlatih bersama teman-temannya di klub, ia pun berlatih privat untuk meningkatkan kemampuan individunya.

6. Kesempatan me time. Berlatih keras penting, memberikan kesempatan pada anak untuk bermain juga sangat penting. Sebaiknya, di sela-sela latihan kerasnya, kita perlu memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan kesenangannya. Jangankan anak yang masih sangat senang bermain, orang dewasa pun butuh waktu untuk refreshing. Tujuannya untuk menyegarkan diri, melepaskan kepenatan dan kejenuhan dari rutinitas latihan. Di waktu-waktu tertentu, berikan kesempatan pada anak untuk memilih aktivitas yang menyenangkannya, seperti bermain playstation, membaca komik, bermain game online, mendengarkan musik, menonton film, atau lainnya. Tentu dengan arahan dan aturan supaya aktivitas anak tetap terkontrol. Umpama, dalam seminggu ada satu hari break latihan dan anak mendapatkan kesempatan sekitar 2-3 jam untuk melakukan hobinya.

Sedangkan untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing bisa memberikannya pelatihan di tempat kursus bahasa Perancis Jakarta terbaik.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *