Saat buah hati mengalami demam, wajar bila orangtua merasa khawatir dan dengan spontan memberi si kecil obat penurun panas (antipiretik). Padahal terkadang ini tidak diperlukan. Sebab suhu tubuh anak bisa meningkat sehabis beraktivitas, jadi bukan karena sakit. Misal, setelah makan, suhu tubuh akan meningkat sedikit, begitu juga kalau anak kelelahan bermain atau sehabis menangis dan saat gelisah. Nah, pada kondisi ini tentu anak tidak membutuhkan obat demam. Lalu bagaimana mengetahui anak benar-benar mengalami demam?

Ukur suhu tubuh anak dengan menggunakan termometer, jangan hanya bermodal perabaan tangan karena sensitivitas perabaan tangan tiap orang berbeda. Demam sendiri sebenarnya mekanisme tubuh untuk menangani suatu proses proses infeksi/peradangan. Dengan kata lain, demam bisa pertanda tubuh sedang melawan infeksi sebab suhu yang tinggi akan memperlambat pertumbuhan bakteri ataupun virus. Pada saat demam, biasanya anak rewel dan tak nafsu makan atau minum. Anak pun biasanya akan berkeringat dan pernapasannya meningkat sebagai mekanisme alamiah tubuh untuk menurunkan demam.

Tangani Demam Dengan Tepat

Tujuan penanganan demam adalah meningkatkan kenyamanan anak secara keseluruhan. Jadi, tidak saja berfokus pada penurunan suhu tubuh hingga kembali normal. Ini yang harus sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan orangtua:

Dos: • Pastikan si kecil mendapat cukup cairan. • Gunakan pakaian tipis. • Jaga agar anak tetap hangat, tempatkan pada ruangan dengan ventilasi baik. • Kompres air hangat (seluruh tubuh) membantu menurunkan suhu badan meski bekerja hanya selama pemberian kompres saja. • Gunakan obat antipiretik secara rasional. Parasetamol diberikan pada anak umur lebih dari 2 bulan dengan demam di atas 39°C dan ia tampak gelisah atau rewel karena demam tinggi itu.

Don’ts: • Memberi aspirin pada anak yang menderita cacar air, demam dengue, dan kelainan perdarahan lain. Aspirin tidak direkomendasikan sebagai obat penurun demam karena terkait risiko sindrom Reye, yaitu kondisi serius yang menyerang hati dan otak. • Memberikan dipiron, fenilbitazon karena bersifat toksik dan tak efektif. • Memberikan ibuprofen karena relatif lebih mahal. • Memberikan obar penurun panas jika suhu tubuh tidak lebih dari 38,2°C. Cukup berikan air minum atau ASI lebih banyak. Setiap kenaikan suhu tubuh 1 derajat Celsius, maka kebutuhan cairan meningkat sebanyak 12,5%. Oleh karena itu, orang yang demam tidak boleh kekurangan cairan, sehingga disarankan banyak minum.

Jika Alergi Obat Penurun Panas

Saat si kecil demam, namun ia alergi obat antipiretik (obat turun panas), Mama bisa melakukan kompres hangat. Dudukkan si kecil di baskom berisi air hangat (29,4—32,2°C) lalu usap tubuhnya dengan waslap atau spons yang telah dibasahi air hangat. Biasanya suhu tubuh si kecil akan menurun dalam 30—45 menit. Kompres hangat ini juga bisa dilakukan saat anak merasa tidak nyaman karena demamnya, suhu di atas 40°C, dan ia mengalami muntah.

Untuk anak yang akan menghadapi tes IELTS sebaiknya berikan ia persiapan yang matang melalui tempat kursus IELTS terbaik di Jakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *